Monday, March 25, 2013

Laporan Instalasi Listrik

Laporan Instalasi Listrik.

Bila yang kuliah jurusan elektro atau listrik, pasti akan mendapatkan matakuliah instalasi listrik. Lha, pada mata kuliah instalasi listrik ini mencakup materi tentang rangkaian listrik pada rumah, hingga jalur transmisi tegangan tinggi. Ini merupakan matakuliah jurusan, jadi ada praktikumnya. Praktikum kali ini yang akan dibahas mengenai Praktikum Instalasi Listrik Rumah sederhana. Akan saya lampirkan link diagram pengawatannya dan single line juga diartikel selanjutnya. Berikut laporan praktikum instalasi listrik rumah sederhana.




LAPORAN INSTALASI LISTRIK
UAS PRAKTIKUM
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK 2 GRUP (Soal 2)






Dedi Tri Laksono                    100534402668
S1 PTE A 2010 (Elektro)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
DESEMBER 2012

       I.            Tujuan
1.      Agar mahasiswa mengerti dan memahami cara instalasi penerangan
2.      Agar mahasiswa dapat merangkai dan memasang KWH meter dengan benar
3.      Agar mahasiswa mampu memasang saklar tukar dengan benar
    II.            Waktu
1.      Hari       : Selasa
2.      Tanggal : 4 Desember 2012
3.      Jam ke- : 6 – 9
 III.            Alat dan Bahan
1.      Alat
Ø  Tang kombinasi
Ø  Tang potong
Ø  Cutter
Ø  Obeng (-) kecil
Ø  Palu
2.      Bahan
Ø  Saklar tunggal
Ø  Saklar ganda
Ø  Saklar tukar
Ø  Box sekering
Ø  Kabel NYA
Ø  KWH meter
Ø  Fitting lampu
Ø  Lampu
Ø  Stop kontak



 IV.            Dasar Teori
·         BARGAINSER (KWh Meter)


Description: bargainser

Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

             Gambar bargainser

Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu:
MCB atau Miniature Circuit Breaker (ditunjukkan no.6), berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah.
Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik (ditunjukkan no.1).
Spin Control atau piringan angka meter (ditunjukkan no.2), merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit.
Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.

·         PENGAMAN LISTRIK
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting. Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
Ø  Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu.
Ø  Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas.






Gambar  Mcb
·         SAKLAR
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.
Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:
Ø  sakelar bertegangan rendah.
Ø  Sakelar tegangan menengah.
Ø  Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.
Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi
Ø  Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok.
Ø  Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.
Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:
Ø  Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
Ø  Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
Ø  Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.
Ø  Description: http://4.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/Szjx8JudtcI/AAAAAAAAAQY/viAkCxfyfDI/s200/sakelar+tunggal+dan+sakelar+majemuk.jpgSakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.





Gambar Saklar
Ø  Sakelar Tukar,merupakan saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantianTujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.
Dibawah ini adalah contoh rangkaian saklar tukar:
Description: http://harimgh.files.wordpress.com/2011/05/saklar-tukar.jpg?w=300&h=202






Gambar  saklar tukar
           

Prinsip kerja rangkaian di atas adalah, lampu akan menyala jika kedua saklar berada pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas semua atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian diatas. Sedangkan lampu akan padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di kontak atas dan satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah yang menyebabkan saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.

·      STOP KONTAK
Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.
Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Ø  Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil.
Ø  Stop kontak besar, juga merupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.

Description: http://2.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/SzjycBAvSCI/AAAAAAAAAQw/hk6oqKmeeaU/s200/stop+kontak+listrik.jpg
Gambar Stop kontak
Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:
·      Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.
·      Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

Description: http://2.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/Szjx76VcIvI/AAAAAAAAAQQ/00qP-pNTqMM/s200/out+let+listrik.jpg
 Gambar  Stop kontak




Pig Tail (ekor babi)



Pig Tail atau sambungan ekor babi Ialah cara menyambung kabel yang paling sederhana berbentuk ekor babi. Sambungan ini digunakan untuk menyambung atau mencabangkan satu atau beberapa kabel pada satu titik.


                                                  Gambar sambungan pig tail
    V.            Keselamatan kerja
1.      Pakailah jas lab sewaktu praktik
2.      Gunakan alat dan bahan sesuai dg fungsinya
3.      Jangan bekerja sambil bergurau
4.      Tanyakan kepada instruktur jika mengalami kesulitan
5.      Jangan mencampur alat dan bahan
6.      Jangan bekerja bila ada tegangan yang masuk

 VI.            Langkah kerja 
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2.      Siapkan gambar rencana
3.      Potonglah kabel sesuai yang anda butuhkan
4.      Kupas masing-masing kabel sepanjang 5 cm dari salah satu ujungnya dengan menggunakan pisau atau tang pengupas
5.      Bersihkan dengan scaper atau kertas gosok pada setiap nadi kabel yang terkupas
6.      Tempelkan menjadi satu bagian – bagian kabel yang terkupas kemudian diputar dengan tang kombinasi secara rapi dan kuat
7.      Rapikan hasil sambungan dengan memotong kelebihan kabel

VII.            Gambar Diagram Single Line


VIII.            Gambar Diagram Pengawatan
 IX.            Kesimpulan
1.      Saat pemasangan KWH meter, perlu diperhatikan instalasi kabel input dan outputnya
2.      Putaran piringan pada KWH meter akan semakin cepat bila ada beban yang banyak.
3.      Daya yang besar akan menyebabkan arus yang besar pula
4.      Penggunaan saklar tukar adalah untuk memudahkan pengguna dalam menghidupkan atau mematikan lampu.